by Yayasan Al Ikhlas Kediri |  at 08.36
👤 Ustadz 'Abdullāh Roy, MA
📘 Silsilah Mengenal Allāh
🔊 Halaqah 7 | Pengertian Ibadah Dan Macam-Macamnya
⬇ Download Audio
➖➖➖➖➖➖➖
PENGERTIAN IBADAH DAN MACAM-MACAMNYA
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
Ibadah adalah seluruh perkara yang dicintai dan diridhai oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, baik berupa ucapan maupun perbuatan yang zhahir maupun yang bathin.
Seseorang bisa mengetahui sesuatu dicintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla dengan beberapa cara, di antaranya :
⑴ APABILA SESUATU TERSEBUT DIPERINTAHKAN OLEH ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA'ĀLA
Maka kita mengetahui bahwasanya sesuatu tersebut adalah ibadah, karena Allāh Subhānahu wa Ta'āla tidak memerintah kecuali dengan sesuatu yang Allāh cintai.
Termasuk di antaranya:
⑵ APABILA ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA'ĀLA DIKETAHUI MEMUJI PELAKUNYA
Maka kita mengetahui bahwasanya sesuatu tersebut adalah dicintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
⑶ DOA ADALAH IBADAH KARENA ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA'ĀLA MEMERINTAHKAN.
ٱدۡعُونِىٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ
"Berdo'alah kalian kepadaKu niscaya Aku akan mengabulkan."
(QS Ghāfir: 60)
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda di dalam sebuah hadīts :
الدُّعَاءُهُوَ الْعِبَادَةُ
"Do'a itu adalah ibadah."
(HR Abū Dāwūd no. 1479, At-Tirmidzi no. 2969, Ibnu Mājah no. 3828 dan Ahmad 4/267; dari shahābat Nu’man bin Basyīr)
Dengan demikian syirik hukumnya (apabila) berdo'a kepada selain Allāh, baik kepada seorang Nabi, seorang malaikat, seorang jin, orang yang shalih dan lain-lain.
⑷ MENYEMBELIH ADALAH IBADAH
Allāh berfirman :
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ
"Hendaklah engkau shalat untuk Rabb-mu dan juga menyembelih untuk Rabb-mu."
(QS Al-Kautsar: 2 )
Dan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda :
لَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ
"Allāh Subhānahu wa Ta'āla melaknat seseorang yang menyembelih untuk selain Allāh."
(HR Muslim 1978, dari shahābat 'Ali radhiyallāhu 'anhu)
Dengan demikian termasuk syirik hukumnya (apabila) seseorang menyembelih untuk jin, atau untuk syaikh atau untuk yang lain, selain Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
⇒ Seperti bernadzar, ber-istighatsah, bersumpah, bertawakal, rasa takut, rasa cinta, maka semua ini termasuk jenis-jenis ibadah.
◆ Tidak boleh sekali-kali seorang Muslim menyerahkan salah satu dari ibadah-ibadah tersebut kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Saudaramu,
'Abdullāh Roy
✒Ditranskrip Oleh:
Tim Transkrip BiAS
by Yayasan Al Ikhlas Kediri |  at 08.35
👤 Ustadz Firanda Andirja, MA
📗 Kitābul Jāmi' | Bab Al-Birru (Kebaikan) Wa Ash-Shilah (Silaturahim)
🔊 Hadits ke-8 | Larangan Mendiamkan Saudaranya Lebih Dari Tiga Hari (Bagian 1)
⬇ Download Audio
~~~~~~~
LARANGAN MENDIAMKAN SAUDARANYA LEBIH DARI TIGA HARI (BAGIAN 1)
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
Ikhwan dan akhwat, kita masuk pada hadits yang berikutnya:
عنْ أبي أَيُّوبَ رَضِيَ الله تَعَالَى عَنْهُ، أنَّ رسولَ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قالَ: لَا يَحِلُّ لمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ، يَلْتَقِيَانِ فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا، وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ. (مُتَّفَقٌ عليهِ)
Dari Abū Ayyūb radhiyallāhu Ta'āla 'anhu: Bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berkata:
"Tidak halal bagi seorang Muslim untuk menghajr (memboikot) saudaranya lebih dari 3 malam (yaitu 3 hari). Mereka berdua bertemu namun yang satu berpaling dan yang lainnya juga berpaling. Dan yang terbaik diantara mereka berdua yaitu yang memulai dengan memberi salam."
(Muttafaqun 'alaih, diriwayatkan oleh Imām Bukhāri dan Imām Muslim)
Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla,
Sesungguhnya syari'at Islam adalah syari'at yang indah, syari'at yang menyuruh umatnya untuk mempererat tali persatuan.
Bukankah Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara."
(QS Al-Hujurāt: 10)
Oleh karenanya banyak sekali hadits-hadits yang menganjurkan seorang Mu'min untuk menunaikan kewajibannya terhadap saudaranya, diantaranya yaitu:
⑴ Jika saudaranya memberi salam maka dia menjawab salam, kalau bertemu dengan saudaranya dia memberi salam kepada saudaranya.
⑵ Jika saudaranya mengundang dia maka dia penuhi undangannya.
⑶ Jika saudaranya sakit maka hendaknya dia mengunjungi saudaranya.
⑷ Jika saudaranya meninggal dunia maka hendaknya dia menghadiri jenazahnya, dia shalatkan kemudian dia antar ke pekuburan.
⑸ Jika saudaranya minta nashihat maka hendaknya dia menashihatinya.
⑹ Dia berusaha untuk mencintai kebaikan yang dia cintai untuk dirinya juga ingin untuk saudaranya.
Kemudian juga banyak perkara-perkara yang dilarang oleh syari'at dalam rangka untuk menjaga keutuhan tali persatuan tersebut, contohnya:
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam melarang seseorang;
وَلاَ يَبِعِ بعضكم عَلَى بَيْعِ أَخِيهِ وَلاَ يخطب الرجل على خطبة أَخِيهِ
• Janganlah seseorang menjual di atas penjualan saudaranya.
• Janganlah seseorang melamar di atas lamaran saudaranya.
(HR Muslim no. 1412 dari shāhabat Ibnu 'Umar)
وَلاَ تَحَاسَدُوا ، وَلاَ تَبَاغَضُوا
• Janganlah kalian saling hasad (iri).
• Janganlah kalian saling membenci.
(HR Bukhāri dan Muslim)
Dan banyak larangan-larangan Nabi Shallallāhu 'Alayhi wa Sallam, sampai-sampai dalam Al-Qurān Allāh sebutkan :
⑴ QS Al-Hujurāt ayat: 12
وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ
"Janganlah kalian saling mencari-cari kesalahan diantara kalian dan janganlah saling mengghībah diantara kalian."
⑵ QS Al-Hujurāt: 11
لا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ
"Janganlah sebuah kaum menghina kaum yang lain."
⇒ Dalil-dalil ini semua menunjukkan pentingnya untuk mempererat tali persatuan, sampai-sampai Nabi Shallallāhu 'Alayhi wa Sallam bersabda;
لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا. أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَىْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ
“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman. Dan kalian tidak akan beriman kecuali sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian kepada suatu perkara yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai? Maka tebarkanlah salam di antara kalian."
(HR Muslim no. 54)
Praktek hajr (memboikot) seorang Muslim bertentangan dengan ini seluruhnya (dengan apa yang tadi telah saya sebutkan).
Namun bisa jadi, namanya manusia yang terkadang memiliki hawa nafsu dan bermasalah dengan saudaranya, maka diapun marah kepada saudaranya terutama pada perkara-perkara dunia, entah dia yang salah atau saudaranya yang salah.
Maka syari'at membolehkan (mengizinkan) seorang Muslim untuk mendiamkan/menghajr saudaranya, tidak ingin bertemu dengan saudaranya, memboikot saudaranya.
Namun diberi izin hanya 3 hari, artinya syari'at juga memperhatikan kondisi jiwa sebagai jiwa manusiawi yang susah kalau seseorang marah dan langsung saat itu juga disuruh baik, diam dan memaafkan.
Ini bukan perkara yang mudah, ini perkara yang sangat sulit.
Mungkin tidak bisa melakukannya kecuali Nabi Shallallāhu 'Alayhi wa Sallam dan orang-orang yang berjiwa besar.
Akan tetapi kebanyakan manusia jiwanya memiliki hawa nafsu yang jika disuruh untuk memaafkan saat itu juga maka susah.
Maka syari'at memberikan kesempatan bagi dia untuk melampiaskan/membiarkan jiwanya emosi tapi hanya selama 3 hari saja, lebih dari itu tidak boleh karena dia punya kewajiban menyatukan tali persaudaraan dengan saudaranya sesama Muslim.
Maka Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengharamkan seorang menghajr lebih dari 3 hari.
Ingat sabda Nabi: "Tidak halal bagi seorang muslim untuk menghajr (memboikot) saudaranya lebih daripada 3 hari".
⇒ Jika lebih dari 3 hari maka hukumnya haram.
Yang paling baik diantara 2 orang yang saling menghajr, yaitu kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam: "Yang terbaik diantara keduanya adalah yang memulai dengan salam."
Dan kita butuh orang yang seperti ini, membutuhkan akhlaq yang sangat mulia. Dia mengalahkan emosinya kemudian dia memulai dengan salam, ini berat. Kenapa? karena ini bertentangan dengan keegoan (keangkuhan) jiwa.
Apalagi dia berkata, misalnya :
"Saya yang lebih tua, dia yang masih muda."
"Saya adalah Pamannya, dia yang seharusnya minta maaf ke saya."
Seperti ini tidak mudah. Kebanyakan orang menampakkan egonya terutama tatkala terjadi perselisihan dan yakin bahwasanya syaithan hadir tatkala dalam kondisi seperti ini.
Oleh karenanya seseorang lebih mengedepankan ego & keangkuhannya, misal mengatakan:
"Saya yang benar, dia yang salah."
Maka dia ingat sabda Nabi Shallallāhu 'Alayhi wa Sallam yaitu: "Yang terbaik diantara mereka berdua adalah disisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla."
Apakah seseorang mengikuti hawa nafsu & keangkuhan jiwanya ataukah dia mendahulukan untuk mendapatkan khairiyyah (ingin menjadi yang terbaik) di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla?
Jika dia ingin menjadi yang terbaik di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla, diantara dia dengan saudaranya, maka mulailah dengan memberi salam kepada saudaranya.
Para ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla,
Ada khilaf dikalangan para ulama, bagaimana menyelesaikan hajr?
◆ Kebanyakan (jumhur) ulama mengatakan: "Jika mereka bertemu dan sudah saling memberi salam maka sudah selesai hajr."
Berarti sudah keluar dari yang diharamkan Nabi Shallallāhu 'Alayhi wa Sallam karena Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan: "Yang terbaik adalah yang memulai dengan salam."
◆ Namun sebagian ulama mengatakan: "Tidak cukup, dia hanya bisa keluar dari perkara yang haram jika kembali sebagaimana sedia kala".
⇒ Artinya percuma kalau dia memberi salam tetapi wajahnya bengis atau hatinya jengkel.
◆ Oleh karena itu sebagian ulama berkata: "Tidak bisa kembali hajr kecuali kalau dia kembali seperti sedia kala; senyum dengan hati yang bersih dan bisa menghilangkan itu semua."
Namun, Allāhu a'lam bishshawāb, pendapat yang lebih benar adalah pendapat jumhur ulama karena kalau harus kembali seperti sedia kala ini bukan perkara yang ringan, mungkin susah, seperti kata orang:
"Kalau hati sudah terlanjur terluka maka sulit untuk kembali lagi."
"Seperti kaca yang sudah terlanjur pecah maka sulit untuk disambung kembali."
Oleh karenanya, Allāhu a'lam bishshawāb, pendapat yang lebih benar adalah pendapat jumhur ulama yaitu cukup jika dia memberi salam maka selesailah hajr tersebut dan dia telah keluar dari yang diharamkan Nabi Shallallāhu 'Alayhi wa Sallam.
Dan ingat firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla:
وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ. وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ
"Tidak sama antara kebaikan dan keburukan maka balaslah dengan cara yang terbaik. Maka orang yang antara engkau dengan dia ada permusuhan, tiba-tiba dia menjadi teman yang dekat. Namun akhlaq seperti ini (membalas keburukan dengan kebaikan) tidaklah dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang bersabar dan tidak diberikan kecuali kepada orang yang mendapatkan keuntungan yang besar."
(QS Fushilat: 34-35)
Ini pujian yang luar biasa dari Allāh dan memang tidak mudah untuk bisa seperti ini; mengalahkan hawa nafsunya untuk memulai salam meskipun terkadang dia yang salah atau saudaranya yang salah dan dia telah mendapatkan keberuntungan yang besar sebagaimana tadi firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyatukan hati-hati kaum muslimin.
Kita lanjutkan nanti dalam pertemuan berikutnya.
و صلى الله على نينا محمد و على آله وصحبه أجمعين
______________________________
📦 Donasi Operasional & Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank 451
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004
🌐 Website:
http://www.bimbinganislam.com
👥 Facebook Page:
Fb.com/TausiyahBimbinganIslam
📣 Telegram Channel:
http://goo.gl/4n0rNp
📺 TV Channel:
http://BimbinganIslam.tv
by Yayasan Al Ikhlas Kediri |  at 08.34
📗 Materi Tematik | Untukmu Yang Ingin Hidup Bersama Al Qur'an
______________________________
Al Qur'an..
Siapa yang tak mengakui keagungannya?
Siapa yang memungkiri bahwa ia Kalam Sang Pencipta manusia?
Sarat dengan hikmah dan pelajaran..
Obat penyakit bagi jiwa dan badan..
Akan tetapi, mengapa sulit bagi kita untuk mentadabburinya?
Atau sekedar merutinkan bacaannya?
Selalu kita kalahkan ia dengan alasan kesibukan
Bahkan dengan sekedar hiburan dan obrolan..
Untukmu yang ingin hidup bersama Al Qur'an...
Berikut beberapa obat yang harus diperhatikan:
🌸 1. INGATLAH BAHWA KEBERKAHAN ITU ADA DI PAGI HARI.
Maka bersegeralah membaca Al Qur'an pada pagi hari.
Semakin pagi Anda merutinkan bacaan Al Qur'an, semakin mudah bagi Anda untuk merutinkannya.
Sebaliknya, semakin Anda terlambat untuk membacanya, semakin besar kesempatan Anda untuk melalaikannya dan sulit merutinkannya.
Berpeganglah pada doa Nabi kita shalallahu alaihi wa sallam :
بورِك لأمتي في بكورِها
"Ummatku diberkahi pada pagi hari mereka."
🌸 2. BACALAH AL QUR'AN SETIAP HARI DENGAN KEYAKINAN BAHWA ANDA SEDANG MEMBACA SURAT DARI ALLAH UNTUK ANDA.
Maka, tidaklah Anda merasakan kesedihan dan kesempitan dalam urusan dunia Anda kecuali akan Anda dapati kelapangan dan jalan keluar dari ayat-ayat yang Anda baca seakan-akan Allah menghibur Anda dan memanggil Anda:
"Aku lebih mengetahui tentang segala yang menyembuhkanmu"
🌸 3. PRIORITASKAN AL QUR'AN MAKA IA AKAN MEMBERIKAN BEKAS DI HATI ANDA.
Bacalah Al Qur'an dengan merenungi maknanya, dan sesungguhnya Anda dapat meresapi dan memahami bacaan Al Qur'an sesuai kadar prioritas Anda terhadapnya.
🌸 4. INGATLAH BAHWA LUPUTNYA BACAAN AL QUR'AN PADA SATU HARI ADALAH HUKUMAN BAGI ANDA.
Tidaklah hilang kesempatan Anda untuk membaca Al Qur'an pada satu hari kecuali disebabkan oleh dosa dan maksiat.
Maka perbanyaklah istighfar ketika terluput dari Anda bacaan Al Qur'an dan gantilah pada hari berikutnya.
🌸 5. BAGILAH BACAAN AL QUR'AN MENJADI BEBERAPA BAGIAN.
Bila Anda tidak memiliki banyak waktu untuk sekali membaca Al Qur'an, Anda dapat membagi bacaan Al Qur'an menjadi beberapa bagian.
Misalnya setiap selesai sholat Anda dapat membaca setengah atau satu halaman dan diteruskan setelah sholat berikutnya.
Dengan demikian Anda telah membaca beberapa halaman Al Qur'an dalam sehari.
🌸 6. ATAU BACALAH AL QUR'AN SEKALIGUS BEBERAPA HALAMAN.
Jadikanlah waktu tetap untuk membaca Al Qur'an secara rutin, yang sebisa mungkin tidak boleh diganggu oleh urusan lain.
Dan sebaik baik waktu membaca Al Qur'an adalah waktu ashar atau sebelum subuh.
Atau dapat juga setelah sholat subuh karena waktu itu fikiran Anda masih jernih sehingga lebih mudah memahami dan memaknai bacaan Anda, bahkan bila Anda ingin menghafalnya.
🌸 7. HINDARILAH SEGALA MACAM ALASAN UNTUK TIDAK MEMBACA AL QUR'AN.
Bersungguh-sungguhlah menepati waktu yang telah Anda tetapkan sebagai waktu membaca Al Qur'an dan hindarilah alasan untuk kehilangan waktu membacanya.
Ingatlah para salafus sholih dahulu tidaklah meninggalkan bacaan Al Qur'an bahkan ketika mereka sibuk berperang, sedangkan kita, selalu menjadikan hal-hal sepele sebagai alasan untuk meninggalkan bacaan Al Qur'an!
▪Diterjemahkan dengan beberapa penambahan dari tulisan Dr. Kholid Abu Syadi berjudul "Likulli man lam yantadzim bi qirooatil qur'an".
✒Ummu Sholih,
Di Al Madinah An Nabawiyyah
______________________________
📦 Donasi Operasional & Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank 451
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004
🌐 Website:
http://www.bimbinganislam.com
👥 Facebook Page:
Fb.com/TausiyahBimbinganIslam
📣 Telegram Channel:
http://goo.gl/4n0rNp
📺 TV Channel:
http://BimbinganIslam.tv
by Yayasan Al Ikhlas Kediri |  at 08.32
📗 Silsilah Mengenal Allāh Ta'āla
👤 Ustadz 'Abdullāh Roy, MA
🔊 Halaqah 6 | Keyakinan Allāh sebagai Pencipta, Pemberi Rizki & juga Pengatur Alam Semesta Tidaklah Cukup Untuk Memasukkan Seseorang Ke Dalam Agama Islam
⬇ Download Audio
------------------------------------
KEYAKINAN ALLĀH SEBAGAI PENCIPTA, PEMBERI RIZKI & JUGA PENGATUR ALAM SEMESTA TIDAKLAH CUKUP UNTUK MEMASUKKAN SESEORANG KE DALAM AGAMA ISLAM
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
Halaqah yang ke-6 dari Silsilah Mengenal Allāh adalah bahwasanya "Keyakinan Allāh sebagai Pencipta, Pemberi Rizki & juga Pengatur Alam Semesta tidaklah cukup untuk memasukkan seseorang ke dalam agama Islam."
Kaum muslimin meyakini bahwasanya Allāh sebagai Pencipta, Pemberi Rizki & juga Pengatur Alam Semesta adalah sebuah kewajiban, yang tidak sah keimanan seseorang sampai meyakini yang demikian itu.
Namun ini tidaklah cukup untuk memasukkan seseorang ke dalam agama Islam.
Dan belum bisa menjadi pembeda antara seorang yang Muslim dengan orang yang kāfir.
Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengatakan di dalam Al-Qurān menceritakan tentang ucapan iblis.
قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ
Allāh berkata (kepada iblis):
"Apa yang mencegahmu untuk sujud (kepada Ādam) ketika Aku memerintahkan kepadamu?"
Iblis mengatakan:
"Aku lebih baik daripada dia. Engkau telah menciptakan aku dari api dan menciptakan dia dari tanah."
(QS Al-A’rāf: 12)
Iblis mengenal bahwasanya Allāh Subhānahu wa Ta'āla yang telah menciptakan dia.
Orang-orang musyrikin Quraisy ketika mereka ditanya:
"Siapa yang menciptakan?
"Siapa yang memberikan rezeki kepada mereka?"
"Siapa yang mengatur alam semesta ini?"
Mereka mengatakan: "Allah".
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللهُ
"Dan seandainya engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka 'Siapa yang menciptakan langit dan juga bumi?', niscaya mereka mengatakan 'Allāh'."
(QS Az-Zumār: 38)
Meskipun mereka meyakini hal yang demikian itu akan tetapi Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam memerangi mereka.
Kenapa demikian?
Karena mereka (orang-orang musyrikin Quraisy) tidak mentauhidkan (tidak mengEsakan) Allāh Subhānahu wa Ta'āla di dalam beribadah.
Oleh karena itu, disini seorang Muslim perlu dia mengetahui "Apa Pengertian Ibadah Dan Macam-macamnya" sehingga dia tidak menyerahkan satu ibadah pun kepada selain Allāh.
Dan apakah yang dimaksud ibadah?
In syā Allāh akan kita bahas pada halaqah selanjutnya.
Itulah yang bisa kita sampaikan.
وبالله التوفيق والهداية
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Saudaramu,
'Abdullāh Roy
✒Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
by Yayasan Al Ikhlas Kediri |  at 09.00
👤 Ustadz 'Abdullāh Roy, MA
📗 Silsilah Mengenal Allāh
🔊 Halaqah 05 | Mengenal Allāh Sebagai Satu Satunya Dzat Yang Berhak Untuk Disembah
⬇ Download Audio
~~~~~~~
MENGENAL ALLĀH SEBAGAI SATU-SATUNYA DZAT YANG BERHAK UNTUK DISEMBAH
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke-5 dari Silsilah Mengenal Allāh berjudul "Mengenal Allāh Sebagai Satu-satunya Dzat Yang Berhak Untuk Disembah."
Apabila Allāh Subhānahu wa Ta'āla adalah satu-satunya Dzat yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta, maka tuntutannya kita tidak boleh menyembah kecuali hanya kepada Allāh.
Tidak ada yang berhak disembah dan diibadahi kecuali Allāh Subhānahu wa Ta'āla semata.
Allāh berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (٢١) الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٢٢)
"Wahai manusia, sembahlah Rabb kalian, siapa Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian supaya kalian bertaqwa? Itulah Rabb kalian.
Yang telah menjadikan bagi kalian bumi sebagai hamparan dan langit sebagai bangunan dan telah menurunkan dari langit air.
Maka Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengeluarkan dengan air tersebut buah-buahan sebagai rezeki bagi kalian. Maka janganlah kalian menjadikan bagi Allāh sekutu-sekutu sedangkan kalian mengetahui."
(QS Al-Baqarah: 21-22)
⇒ Maksudnya janganlah kalian menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta'āla (menyembah kepada selain Allāh) sedangkan kalian tahu bahwasanya Allāh yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta ini.
Selain Allāh tidak berhak untuk disembah karena dia bukan pencipta, bukan pemberi rezeki dan bukan pengatur alam semesta.
Apabila mereka disembah maka mereka adalah sesembahan yang bathil.
ذَٲلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدۡعُونَ مِن دُونِهِ ٱلۡبَـٰطِلُ
"Yang demikian itu karena Allāh Subhānahu wa Ta'āla Dialah sesembahan yang haq yang memang berhak untuk disembah. Sedangkan apa yang mereka sembah selain Allāh adalah sesembahan yang bathil, yang tidak berhak untuk disembah." (QS Luqmān: 30)
Apabila seseorang meyakini Allāh yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta kemudian dia masih menyembah selain Allāh atau menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allāh, maka dia telah berbuat syirik kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla di dalam ibadah.
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah ditanya oleh seorang sahabat:
"Ya Rasūlullāh, apa dosa yang paling besar di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla?"
Maka Beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan :
أَنْ تَجْعَلَ لِلّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَك
"Dosa yang paling besar adalah engkau menjadikan sekutu bagi Allāh Subhānahu wa Ta'āla padahal Dialah Allāh Subhānahu wa Ta'āla yang telah menciptakan dirimu."
(HR Imām Al-Bukhāri dan Imām Muslim, dari shahābat Ibnu Mas'ūd radhiyallāhu 'anhumā).
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah yang ke-5 ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
وبالله التوفيق والهداية
و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Saudaramu,
'Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah
✒Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
by Yayasan Al Ikhlas Kediri |  at 08.44
👤 Ustadz 'Abdullāh Roy, MA
📘 Silsilah Mengenal Allāh
🔊 Halaqoh 9 | Mengenal Allāh Dengan Makhluk-makhlukNya
▶ Download Audio
➖➖➖➖➖➖➖
MENGENAL ALLĀH DENGAN MAKHLUK-MAKHLUKNYA
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين
Halaqah yang ke-9 dari Silsilah Mengenal Allāh adalah "Mengenal Allāh Dengan Makhluk-Nya".
Allāh Subhānahu wa Ta'āla telah menciptakan makhluk-makhluk supaya manusia yang berakal memikirkan makhluk-makhluk tersebut, sehingga mereka bisa mengenal Dzat yang telah menciptakan mereka.
◆ Besarnya makhluk dan luasnya (seperti langit yang tujuh & bumi, kursi Allāh & 'Arsy-Nya) menunjukkan tentang kebesaran Allāh.
◆ Keteraturan gerakan & perjalanan (seperti perjalanan matahari & bulan) menunjukkan kekuasaan dan pengawasan Allāh yang tidak pernah berhenti.
◆ Kejelian dalam penciptaan menunjukkan hikmah-Nya dan keluasan ilmu-Nya.
⇒ Manfaat yang ada di dalam ciptaan tersebut menunjukkan:
✓Rahmat yang luas.
✓Karunia yang meliputi segala sesuatu.
Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّماواتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهارِ لَآياتٍ لِأُولِي الْأَلْبابِ (١٩٠) الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيامًا وَقُعُوداً وَعَلى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّماواتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنا مَا خَلَقْتَ هَذَا باطِلاً سُبْحانَكَ فَقِنا عَذابَ النَّارِ (١٩١)
"Sesungguhnya di dalam penciptaan langit & bumi dan pergantian siang & malam ada tanda-tanda bagi orang yang memiliki akal, yaitu orang-orang yang mengingat Allāh, baik dalam keadaan berdiri, duduk & berbaring dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi.
Wahai Rabb kami, tidaklah engkau menciptakan ini semua dengan bathil (sia-sia). Maha Suci Engkau, maka jagalah kami dari adzab neraka."
(QS Āli 'Imrān: 190-191)
Hendaknya seorang Muslim meluangkan waktunya untuk memikirkan makhluk-makhluk Allāh supaya dia:
✓Semakin mengenal Allāh penciptanya.
✓Semakin yakin dan mantap dalam menjalankan syariat Allāh.
✓Merasa takut dengan adzab-Nya.
✓Semakin dekat dengan Allāh.
✓Semakin meng-Esakan Dia di dalam beribadah.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini.
Dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
'Abdullāh Roy,
Di Kabupaten Pandeglang
✒ Ditranskrip Oleh Tim Transkrip BiAS
by Yayasan Al Ikhlas Kediri |  at 08.33
👤 Ustadz Fauzan ST, MA
📗 Matan Abu Syujā' | Kitab Thahārah
🔊 Kajian 14 | Bab Wudhū - Keutamaan, Hukum & Anjuran Berwudhū
⬇ Download audio
➖➖➖➖➖➖➖
KEUTAMAAN, HUKUM DAN ANJURAN BERWUDHŪ'
بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و بعد.
Para Sahabat sekalian yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, pada halaqah yang ke-14 ini kita akan membahas tentang "Permasalahan di dalam wudhū'".
Namun sebelumnya, kita akan menjelaskan keutamaan-keutamaan di dalam wudhū'.
■ PERTAMA | KEUTAMAAN WUDHŪ'
⑴ WUDHŪ' ADALAH BENTUK KESUCIAN/THAHĀRAH YANG DICINTAI OLEH ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA'ĀLA.
Allāh Ta'āla berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
"Sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang senantiasa bersuci." (QS Al-Baqarah: 222)
⑵ KESUCIAN ADALAH SEBAGIAN DARI IMAN.
Dalam sebuah hadits, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda :
الطُّهورُ شَطْرُ الإيمان
"Kesucian/thahārah adalah sebagian dari keimanan." (HR Muslim)
⑶ BERWUDHŪ' SEBELUM TIDUR ADALAH SEBAB SESEORANG MATI DI ATAS FITHRAH.
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:
إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ...إِلَى قَوْلِهِ صلى الله عليه و سلم: فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ فَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَة
"Apabila kamu hendak tidur maka barwudhū' lah seperti wudhū' mu untuk shalat... sampai sabda Rasūlullāh: ِ"Apabila kamu mati pada malam tersebut maka engkau mati diatas fithrah." (HR Bukhari dan Muslim)
⑷ DALAM BERWUDHŪ' ADALAH SEBAB SESEORANG LEBIH MUDAH DIKABULKAN DO'ANYA.
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَبيتُ عَلَى ذِكْرٍ طَاهِراً فَيَتَعَـارّ مِنَ الّليْلِ، فَيَسْأَلُ الله خَيْراً مِنَ الدّنْيَا وَالآخِرَةِ إِلاّ أَعْطَـاهُ إِيّـاهُ
"Tidak ada seorang Muslim pun yang dia tidur di malam hari dalam keadaan berdzikir dan bersuci, kemudian terbangun di tengah malam dan meminta kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla kebaikan didunia maupun di akhirat, niscaya Allāh Subhānahu wa Ta'āla akan memberikan apa yang dia minta." (Hadits shahih, riwayat Abū Dāwūd)
⑸ BERWUDHŪ' ADALAH SEBAB DIAMPUNKANNYA DOSA SESEORANG.
Dalam sebuah hadits Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda :
مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَوُضُوئِي هَذَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa yang berwudhū' seperti wudhū'ku ini, kemudian shalat 2 raka'at dan tidak terlintas pada hatinya pikiran-pikiran yang merusak urusan shalatnya, niscaya dia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lampau." (HR Bukhāri dan Muslim)
⑹ WUDHŪ' ADALAH SEBAB SESEORANG MASUK KE DALAM SURGA.
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda :
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ الْوُضُوءَهُ ، ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ، فَيُقْبِلُ عَلَيْهِمَا بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ إِلا وَجَبَ لَهُ الْجَنَّةُ
"Tidaklah seorang muslim berwudhū' lalu dia membaguskan wudhū' nya dan shalat 2 raka'at dalam keadaan hati dan wajahnya khusyū' pada 2 raka'at (shalat) tersebut kecuali wajib baginya untuk mendapatkan surga." (HR Muslim)
Para Sahabat yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, pada point yang ke-2 tentang:
■ KEDUA | HUKUM BERWUDHŪ'
Bahwasanya hukum berwudhū' adalah wajib apabila menyertai ibadah-ibadah yang wajib. Dan hukumnya menjadi sunnah apabila dia menyertai ibadah-ibadah yang sunnah.
Akan tetapi ibadah yang sunnah seperti shalat sunnah maka dia tidak sah kecuali disertai dengan wudhū'.
Pada point yang ke-3 tentang:
■ KETIGA | ANJURAN UNTUK MENJAGA WUDHŪ'
Yaitu agar senantiasa seorang Muslim di dalam keadaan bersuci. Rasūlullāh shallallāhu'alayhi wa sallam memberikan pujian dalam haditsnya:
ولا يحافظ على الوضوء إلا مؤمن
"Dan tidak ada seorangpun yang menjaga wudhū'nya kecuali dia orang yang beriman." (HR Ahmad dan Ibnu Mājah)
⇒ Menunjukkan bahwasanya seseorang yang dia senantiasa menjaga wudhū' nya terdorong dari rasa iman di dalam hatinya.
Marilah kita simak tentang kisah Bilāl radhiyallāhu Ta'āla 'anhu tatkala Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bertanya kepada Bilāl:
يَا بِلَالُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الْإِسْلَامِ فَإِنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أَرْجَى عِنْدِي أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طَهُورًا فِي سَاعَةِ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلَّا صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّيَ
"Wahai Bilāl, ceritakanlah kepadaku tentang amalan yang telah engkau amalkan yang paling engkau harapkan didalam Islam? Karena sesungguhnya aku mendengar suara langkah sandalmu di surga."
Maka Bilāl menjawab:
"Tidaklah aku melakukan amalan yang paling aku harapkan pahalanya melainkan sebuah amalan yaitu aku bersuci kapan saja, baik pada saat malam hari atau siang hari, kecuali aku shalat setelahnya."
(Muttafaqun 'alayh, HR Bukhāri Muslim)
⇒ Hadits ini menunjukkan:
⑴ Keutamaan Bilāl radhiyallāhu Ta'āla 'anhu dan ini adalah busyrā (kabar gembira) kepada Bilāl bahwasanya dia termasuk penduduk surga.
⑵ Keutamaan untuk menjaga wudhū' dan shalat setelah kita berwudhū'.
Demikian yang bisa kita sampaikan.
وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم.
وآخر دعونا أن الحمد لله رب العلمين
______________________________
📦 Donasi Operasional & Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank 451
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004
🌐 Website:
http://www.bimbinganislam.com
👥 Facebook Page:
Fb.com/TausiyahBimbinganIslam
📣 Telegram Channel:
http://goo.gl/4n0rNp
📺 TV Channel:
http://BimbinganIslam.tv